Bau Lawean
edohaput
Bagian tiga belas
Waruni diminta Nyi Ranu untuk mandi. Waruni segera melakukannya. Waruni malam nanti pasti Nyi Ranu minta ditemaninya tidur. Wurani sudah bisa membayangkang tubuhnya akan dijilati Nyi Ranu. Tidak luput puting susunya pasti akan jadi bulan - bulanan Nyi Ranu. Kemaluannya akan menjadi barang mainan yang mengasyikan bagi Nyi Ranu. Waruni yang telanjang sambil mengguyurkan air dan menyambuni tubuh sintalnya yang padat berisi berkulit bersih tiba - tiba merasakan kenikmatan ketika membayangkan Nyi Ranu yang kadang - kadang sangat liar mempermainkan tubuhnya.
Waruni tak habis pikir Nyi Ranu yang sudah berusia tujuh puluh tahunan tubuhnya tetap sintal. Padat dan kenyal. Pantatnya masih sangat nyendul dan belum melorot. Waruni tahu, pada umumnya wanita seumur Nyi Ranu tubuhnya sudah mengendor. Tetapi payudara Nyi Ranu tidak melorot. Tetap kencang kenyal menggunung. Kulitnya hampir - hampir tidak ada yang mengeriput. Wajah Nyi Ranu selalu tampak bercahaya dan kencang. Mata Nyi Ranu selalu berbinar. Waruni hanya sebatas bisa berpikir saja. Mengapa tubuh Nyi Ranu yang sudah berumur tetap seperti tubuh perawan. Bahkan suatu ketika Waruni sedang diminta mengilik kemaluan Nyi Ranu, Waruni merasakan liang senggama kemaluan Nyi Ranu begitu sempit. Bibir - bibir kemaluan Nyi Ranu masih begitu kencang layaknya bibir kemaluan perawan. Dan yang menjadikan Waruni juga tidak habis pikir rambut kemaluan Nyi Ranu tidak beruban. Begitu rambut yang ada di kepalanya tetap lebat dan hitam legam. Mengapa Nyi Ranu begitu awet muda ? Kapan Nyi Ranu tua ? Wurani pernah juga membanding - bandingkan perutnya dengan perut Nyi Ranu yang tetap rata dan tidak berkeriput. Sedang perutnya yang masih gadis perawan tidak seindah perut Nyi Ranu.
Waruni menggerakkan sambun menelusuri lekuk - lekuk tubuhnya. Ketika sampai di buah dadanya sabun diputar - putar. Dirasakan halusnya sabun yang menggelikan susunya. Sabun diputar - putar turun sampai di perut terus ke bawah dan sampai di kemaluannya. Waruni mengambil posisi kangkang dan sabun dielus - eluskan di permukaan kemaluannya. Karena posisi kangkangnya membuat bibir kemaluan sedikit terbuka. Waruni tidak sadar mendesah karena ada rasa geli enak. Dan Waruni terus menggosok kemaluannya dengan sabun. Sementara tangan kirinya meremas - remas payudara sendiri. Waruni telah masuk ke masturbasi. Kemaluannya tiba - tiba terasang hebat. Mulut Waruni menganga dan mengeluarkan desis. Matanya sebentar membuka dan sebentar menutup rapat. Tiba - tiba Waruni menggelinjang. Hampir saja tubuhnya terjatuh rebah kelantai kamar mandi. Waruni orgasme dengan sabun mandi. Waruni menjadi tersadar kalau dirinya baru saja bermasturbasi sambil membayangkan tubuhnya sedang digarap oleh Nyi Ranu.
Sehabis makan malam Nyi Ranu meminta Waruni masuk ke kamarnya. Waruni siap. Waruni mengerti kalau Nyi Ranu pasti menginginkan bibirnya, jari - jari tangannya, dan hembusan napas hangatnya. Seperti biasanya Waruni memasuki kamar Nyi Ranu dengan daster yang longgar dan tidak lagi bercelana dalam. Karena dengan bercelana dalam hanya akan membuat ribet ketika Nyi Ranu meraba - rabanya. Toh Nyi Ranu akan meminta celana dalamnya dilepas. Waruni telah mencuci kemaluannya dengan air rendaman daun sirih. Agar bersih dan wangi. Karena Nyi Ranu pasti akan menjilatinya, dan menyedot - nyedotnya, seperti ketika ia menyedot dan menjilati milik Nyi Ranu. Dan disaat - saat saling menjilat dan menyedot itulah Waruni dan Nyi Ranu sama - sama mengerang karena nikmat yang dirasakannya.
Di kamar Nyi Ranu juga sudah siap untuk berlaga. Kemaluannya sudah tidak lagi ditutupi celana dalam. Seperti halnya kemaluan Waruni kemaluan Nyi Ranu juga telah mendapatkan air rendaman daun sirih yang membuatnya wangi dan bersih. Nyi Ranu sedang rebahan di ranjang. Tubuhnya terlentang ditutupi daster sutera transparan. Sehingga buah dadanya yang menggunung tampak puntingnya menyembul menekan ke atas kain sutera yang menutupinya. Rambut kemaluan Nyi Ranu tampak membayang di balik kain dasternya yang sangat tipis. Bibir Nyi Ranu merah membasah karena sedang diolesi madu lebah yang dipanen di halaman rumahnya.
Setelah menutup pintu kamar Waruni langsung mendekati Nyi Ranu. Tanpa kata - kata keluar dari mulutnya yang mungil Waruni terus membungkuk dan memeluk tubuh Nyi Ranu dan mencium bibir Nyi Ranu yang basah oleh madu lebah. Waruni menjadi sangat bersemangat mencium dan mengulum bibir Nyi Ranu. Dirasakan bibir Nyi Ranu manis madu dan wangi. Lidah Waruni segera menjulur ke dalam mulut Nyi Ranu dan seperti biasanya lidah Waruni menekan dan menggesek langit - langit mulut Nyi Ranu. Merasakan lidah Waruni yang terus dengan gencarnya menyerang langit - langit mulutnya Nyi Ranu hanya bisa ah...ah.. dan ...uh....uh... sambil tubuhnya terangkat - angkat karena geli yang membuatnya melayang. Tangan Nyi Ranu mulai gerayangan dan berhenti di buah dada Waruni dan disana dengan kuatnya meremas berganti - ganti buah dada Waruni. Waruni yang buah dadanya diremas dengan ganas oleh Nyi Ranu yang sedang kegelian di mulutnya hanya bisa semakin gencar saja menyerang mulut Nyi Ranu dengan lidahnya. Nyi Ranu yang semakin diserang menjadi semakin kelabakan. Rasa geli enak di langit - langit mulutnya mulai menjalari seluruh tubuhnya. Kulitnya mulai merinding. Syaraf - syarafnya meradang membuat tubuhnya menjadi panas dan berkeringat. Rasa gelinya merambat sampai di kemaluannya. Membuat kemaluannya membasah. Nafsu birahinya semakin menggelora. Napasnya memburu dan dari hidungnya terus mendenguskan napas hangatnya yang menerpai wajah Waruni. Waruni tahu, biasanya kalau Nyi Ranu sudah merinding dan mengeliat - geliat dan juga mulai memburu napasnya serta berkeringat akan segera mencapai orgasme. Maka tangan Waruni segera menggerayang kemaluan Nyi Ranu. Disana jari - jari Waruni mulai menyibak - nyibakan bibir kemaluan Nyi Ranu untuk menemukan liang senggama yang akan dimasuki dua jarinya dan menggosok - gosoknya. Tanpa berhenti mencium bibir Nyi Ranu Waruni seperti biasanya mempermainkan kemaluan Nyi Ranu dengan cara memasukkan dua jarinya dan dikeluar masukkan di liang senggama kemaluan Nyi Ranu sambil digetar - getarkan. Gerakan jari Waruni semakin cepat saja ketika Nyi Ranu semakin meronta - ronta. Kalau sudah begitu Nyi Ranu pasti akan segera sampai. Betul juga tiba - tiba Nyi Ranu melepaskan ciuman Waruni dan berteriak keras : " Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr ...... !" Polah Nyi Ranu tak karuan. Kakinya yang bergerak - gerak menimbulkan suara gesekan keras antara tumit kakinya dengan alas ranjang. Nyi Ranu sampai ke puncak dengan hebat. Jari - jari tangan Waruni terguyur cairan kenikmatan Nyi Ranu yang tumpah ruah. Waruni menghentikan serangannya dan menjatuhkan diri terlentang di samping Nyi Ranu yang lemas terlentang dan napasnya masih memburu.
Setelah beberapa saat istirahat dan napas Nyi Ranu kembali normal. Nyi Ranu segera bangkit dari terlentangnya dan tangannya mulai menggerayangi tubuh Waruni. Mulut Nyi Ranu langsung ke puting penthil Waruni yang memang belum tampak karena belum pernah disedot bayi. Dari buah dada mulut Nyi Ranu pindah ke leher Waruni. Leher Waruni yang wangi kembang mawar karena ketika mandi sore telah diboreh kembang mawar terus dijilati Nyi Ranu. Waruni yang merasakan geli di leher mulai menggeliat. Napasnya memburu. Tangan Nyi Ranu yang telah berada di kemaluan Waruni sudah melesakkan jarinya ke liang kemaluan Waruni dan mengilik bagian - bagian yang membuat Waruni terus menjejak - jejakkan kakinya di speri ranjang. Mulut Nyi Ranu telah beralih ke bibir Waruni. Dan apa yang tadi oleh Waruni dilakukan, dilakukan juga oleh Nyi Ranu. Lidah Nyi Ranu menyerang semua yang ada di mulut Waruni. Terutama bagian langit - langit. Waruni tak berdaya kemaluannya begitu geli. Mulutnya begitu geli dan tubuh Nyi Ranu yang menindihnyapun membuat geli payudaranya yang tergesek - gesek dan tertekan - tekan. Waruni tiba - tiba melenguh hebat dan tubuhnya diangkat - angkat, pantatnya dimaju - majukan agar jari - jari Nyi Ranu semakin menyentuh bagian dalam kemaluannya. " Aaaaaaaauuuuughhhh...... Nyiiiiiiiiiiii..... !! " Waruni tak bisa menahan lagi kenikmatannya. Waruni orgasme hebat. Cairan kenikmatan terkucur membasahi tangan Nyi Ranu yang sedang mempermainkannya. Waruni terkulai lemas di pelukan Nyi Ranu. Waruni yang masih terengah masih terus bibirnya diciumi Nyi Ranu. Nyi Ranu ingin Waruni terpuaskan. Seperti dirinya yang selalu dipuaskan oleh Waruni.
" War ... sudah tiba saatnya aku membuka rahasia yang selama ini aku pendam rapat ". Bisik Nyi Ranu di telinga Waruni. Waruni yang matanya masih terpejam karena ciuman Nyi Ranu tiba - tiba membuka dan menatap mata Nyi Ranu. " Ya War... sudah saatnya. Dan kamulah yang harus mengetahui rahasia ini ". Kata Nyi Ranu yang menatap mata Waruni yang tampak kaget dan heran. " Rahasia apa Nyi ?" Tanya Waruni dengan membuka mulutnya. Melihat mulut Waruni terbuka dan basah karena olesan madu sekali lagi Nyi Ranu menghisapnya. Waruni melenguh. Sesaat kemudian Nyi Ranu melepaskan ciumannya dan bangun dari posisi memeluk tubuh Waruni yang terlentang. Nyi Ranu menarik tangan Waruni agar mengikuti duduk. Mereka duduk bersimpuh di atas ranjang. Tangan Waruni menggapai nampan yang berisi buah jeruk dan diansurkan ke depan Nyi Ranu. " Kupas War... ini jeruk manis banget. Tadi aku beli di kota ". Waruni mengupas jeruk : " Rahasia apa Nyi ? Yang ingin Nyi Ranu mau buka ?" Tanya Waruni sambil mengupas jeruk. " War ... sudah sangat lama aku menyimpan rahasia ini. Dan aku dulu berjanji, jika anakku Darmuto sudah kawin, aku ingin membuka rahasia ini dan mewariskan kepunyaanku ini kepada orang yang mau ". Kalimat ini meluncur dari mulut Nyi Ranu yang sedang mengunyah jeruk. " Dan aku ingin kamulah War... yang akan mewarisnya ". Waruni kaget. Apa yang akan diwariskan Nyi Ranu kepada dirinya ? Ia hanya pembantu Nyi Ranu. Walaupun sebenarnya masih ada hubungan darah dengan Nyi Ranu, tetapi Waruni tak lebih hanya pembantu. Lalu apa yang akan diwariskan Nyi Ranu ? Sebagian kekayaannya ? " War... aku sudah kelewat berumur. Tapi kamu tahu tubuhku tetap bagai perawan. Kamu pernah bertanya kepadaku apa rahasianya aku begitu awet muda. Nah War ... inilah rahasianya. Kamu akan segara mengetahui. Dan harapanku kamulah yang selanjutnya mau memakainya ". Kata Nyi Ranu sambil menatap mata Waruni yang mengerinyitkan dahinya tanda tidak mengerti. " Dengarkan baik - baik ya War... ! " Nyi Ranu mulai bercerita tentang rahasianya. Yang membuat tubuhnya awet muda. Tetap sintal. Tetap kenyal dan padat berisi. Yang membuat wajahnya tetap cantik walaupun usinya telah lanjut.
bersambung ke bagian empat belas .....................
Sehabis makan malam Nyi Ranu meminta Waruni masuk ke kamarnya. Waruni siap. Waruni mengerti kalau Nyi Ranu pasti menginginkan bibirnya, jari - jari tangannya, dan hembusan napas hangatnya. Seperti biasanya Waruni memasuki kamar Nyi Ranu dengan daster yang longgar dan tidak lagi bercelana dalam. Karena dengan bercelana dalam hanya akan membuat ribet ketika Nyi Ranu meraba - rabanya. Toh Nyi Ranu akan meminta celana dalamnya dilepas. Waruni telah mencuci kemaluannya dengan air rendaman daun sirih. Agar bersih dan wangi. Karena Nyi Ranu pasti akan menjilatinya, dan menyedot - nyedotnya, seperti ketika ia menyedot dan menjilati milik Nyi Ranu. Dan disaat - saat saling menjilat dan menyedot itulah Waruni dan Nyi Ranu sama - sama mengerang karena nikmat yang dirasakannya.
Di kamar Nyi Ranu juga sudah siap untuk berlaga. Kemaluannya sudah tidak lagi ditutupi celana dalam. Seperti halnya kemaluan Waruni kemaluan Nyi Ranu juga telah mendapatkan air rendaman daun sirih yang membuatnya wangi dan bersih. Nyi Ranu sedang rebahan di ranjang. Tubuhnya terlentang ditutupi daster sutera transparan. Sehingga buah dadanya yang menggunung tampak puntingnya menyembul menekan ke atas kain sutera yang menutupinya. Rambut kemaluan Nyi Ranu tampak membayang di balik kain dasternya yang sangat tipis. Bibir Nyi Ranu merah membasah karena sedang diolesi madu lebah yang dipanen di halaman rumahnya.
Setelah menutup pintu kamar Waruni langsung mendekati Nyi Ranu. Tanpa kata - kata keluar dari mulutnya yang mungil Waruni terus membungkuk dan memeluk tubuh Nyi Ranu dan mencium bibir Nyi Ranu yang basah oleh madu lebah. Waruni menjadi sangat bersemangat mencium dan mengulum bibir Nyi Ranu. Dirasakan bibir Nyi Ranu manis madu dan wangi. Lidah Waruni segera menjulur ke dalam mulut Nyi Ranu dan seperti biasanya lidah Waruni menekan dan menggesek langit - langit mulut Nyi Ranu. Merasakan lidah Waruni yang terus dengan gencarnya menyerang langit - langit mulutnya Nyi Ranu hanya bisa ah...ah.. dan ...uh....uh... sambil tubuhnya terangkat - angkat karena geli yang membuatnya melayang. Tangan Nyi Ranu mulai gerayangan dan berhenti di buah dada Waruni dan disana dengan kuatnya meremas berganti - ganti buah dada Waruni. Waruni yang buah dadanya diremas dengan ganas oleh Nyi Ranu yang sedang kegelian di mulutnya hanya bisa semakin gencar saja menyerang mulut Nyi Ranu dengan lidahnya. Nyi Ranu yang semakin diserang menjadi semakin kelabakan. Rasa geli enak di langit - langit mulutnya mulai menjalari seluruh tubuhnya. Kulitnya mulai merinding. Syaraf - syarafnya meradang membuat tubuhnya menjadi panas dan berkeringat. Rasa gelinya merambat sampai di kemaluannya. Membuat kemaluannya membasah. Nafsu birahinya semakin menggelora. Napasnya memburu dan dari hidungnya terus mendenguskan napas hangatnya yang menerpai wajah Waruni. Waruni tahu, biasanya kalau Nyi Ranu sudah merinding dan mengeliat - geliat dan juga mulai memburu napasnya serta berkeringat akan segera mencapai orgasme. Maka tangan Waruni segera menggerayang kemaluan Nyi Ranu. Disana jari - jari Waruni mulai menyibak - nyibakan bibir kemaluan Nyi Ranu untuk menemukan liang senggama yang akan dimasuki dua jarinya dan menggosok - gosoknya. Tanpa berhenti mencium bibir Nyi Ranu Waruni seperti biasanya mempermainkan kemaluan Nyi Ranu dengan cara memasukkan dua jarinya dan dikeluar masukkan di liang senggama kemaluan Nyi Ranu sambil digetar - getarkan. Gerakan jari Waruni semakin cepat saja ketika Nyi Ranu semakin meronta - ronta. Kalau sudah begitu Nyi Ranu pasti akan segera sampai. Betul juga tiba - tiba Nyi Ranu melepaskan ciuman Waruni dan berteriak keras : " Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrr ...... !" Polah Nyi Ranu tak karuan. Kakinya yang bergerak - gerak menimbulkan suara gesekan keras antara tumit kakinya dengan alas ranjang. Nyi Ranu sampai ke puncak dengan hebat. Jari - jari tangan Waruni terguyur cairan kenikmatan Nyi Ranu yang tumpah ruah. Waruni menghentikan serangannya dan menjatuhkan diri terlentang di samping Nyi Ranu yang lemas terlentang dan napasnya masih memburu.
Setelah beberapa saat istirahat dan napas Nyi Ranu kembali normal. Nyi Ranu segera bangkit dari terlentangnya dan tangannya mulai menggerayangi tubuh Waruni. Mulut Nyi Ranu langsung ke puting penthil Waruni yang memang belum tampak karena belum pernah disedot bayi. Dari buah dada mulut Nyi Ranu pindah ke leher Waruni. Leher Waruni yang wangi kembang mawar karena ketika mandi sore telah diboreh kembang mawar terus dijilati Nyi Ranu. Waruni yang merasakan geli di leher mulai menggeliat. Napasnya memburu. Tangan Nyi Ranu yang telah berada di kemaluan Waruni sudah melesakkan jarinya ke liang kemaluan Waruni dan mengilik bagian - bagian yang membuat Waruni terus menjejak - jejakkan kakinya di speri ranjang. Mulut Nyi Ranu telah beralih ke bibir Waruni. Dan apa yang tadi oleh Waruni dilakukan, dilakukan juga oleh Nyi Ranu. Lidah Nyi Ranu menyerang semua yang ada di mulut Waruni. Terutama bagian langit - langit. Waruni tak berdaya kemaluannya begitu geli. Mulutnya begitu geli dan tubuh Nyi Ranu yang menindihnyapun membuat geli payudaranya yang tergesek - gesek dan tertekan - tekan. Waruni tiba - tiba melenguh hebat dan tubuhnya diangkat - angkat, pantatnya dimaju - majukan agar jari - jari Nyi Ranu semakin menyentuh bagian dalam kemaluannya. " Aaaaaaaauuuuughhhh...... Nyiiiiiiiiiiii..... !! " Waruni tak bisa menahan lagi kenikmatannya. Waruni orgasme hebat. Cairan kenikmatan terkucur membasahi tangan Nyi Ranu yang sedang mempermainkannya. Waruni terkulai lemas di pelukan Nyi Ranu. Waruni yang masih terengah masih terus bibirnya diciumi Nyi Ranu. Nyi Ranu ingin Waruni terpuaskan. Seperti dirinya yang selalu dipuaskan oleh Waruni.
" War ... sudah tiba saatnya aku membuka rahasia yang selama ini aku pendam rapat ". Bisik Nyi Ranu di telinga Waruni. Waruni yang matanya masih terpejam karena ciuman Nyi Ranu tiba - tiba membuka dan menatap mata Nyi Ranu. " Ya War... sudah saatnya. Dan kamulah yang harus mengetahui rahasia ini ". Kata Nyi Ranu yang menatap mata Waruni yang tampak kaget dan heran. " Rahasia apa Nyi ?" Tanya Waruni dengan membuka mulutnya. Melihat mulut Waruni terbuka dan basah karena olesan madu sekali lagi Nyi Ranu menghisapnya. Waruni melenguh. Sesaat kemudian Nyi Ranu melepaskan ciumannya dan bangun dari posisi memeluk tubuh Waruni yang terlentang. Nyi Ranu menarik tangan Waruni agar mengikuti duduk. Mereka duduk bersimpuh di atas ranjang. Tangan Waruni menggapai nampan yang berisi buah jeruk dan diansurkan ke depan Nyi Ranu. " Kupas War... ini jeruk manis banget. Tadi aku beli di kota ". Waruni mengupas jeruk : " Rahasia apa Nyi ? Yang ingin Nyi Ranu mau buka ?" Tanya Waruni sambil mengupas jeruk. " War ... sudah sangat lama aku menyimpan rahasia ini. Dan aku dulu berjanji, jika anakku Darmuto sudah kawin, aku ingin membuka rahasia ini dan mewariskan kepunyaanku ini kepada orang yang mau ". Kalimat ini meluncur dari mulut Nyi Ranu yang sedang mengunyah jeruk. " Dan aku ingin kamulah War... yang akan mewarisnya ". Waruni kaget. Apa yang akan diwariskan Nyi Ranu kepada dirinya ? Ia hanya pembantu Nyi Ranu. Walaupun sebenarnya masih ada hubungan darah dengan Nyi Ranu, tetapi Waruni tak lebih hanya pembantu. Lalu apa yang akan diwariskan Nyi Ranu ? Sebagian kekayaannya ? " War... aku sudah kelewat berumur. Tapi kamu tahu tubuhku tetap bagai perawan. Kamu pernah bertanya kepadaku apa rahasianya aku begitu awet muda. Nah War ... inilah rahasianya. Kamu akan segara mengetahui. Dan harapanku kamulah yang selanjutnya mau memakainya ". Kata Nyi Ranu sambil menatap mata Waruni yang mengerinyitkan dahinya tanda tidak mengerti. " Dengarkan baik - baik ya War... ! " Nyi Ranu mulai bercerita tentang rahasianya. Yang membuat tubuhnya awet muda. Tetap sintal. Tetap kenyal dan padat berisi. Yang membuat wajahnya tetap cantik walaupun usinya telah lanjut.
bersambung ke bagian empat belas .....................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar